Operasi Vaginoplasty atau Operasi Keperawanan

Operasi Vaginoplasty adalah operasi estetika yang dilakukan untuk mengembalikan bentuk vagina dan sekitarnya menjadi ke bentuk semula. Operasi keperawanan ini semakin banyak diminati mengingat banyak yang ingin merasakan keperawanannya kembali.

Istilah Vaginoplasty semula digunakan pada operasi yang dilakukan untuk wanita yang tidak memiliki vagina dari lahir karena cacat fisik bawaan. Seiring perkembangannya sekarang Operasi Vaginoplasty lebih banyak digunakan saat melakukan operasi estetika yang mengembalikan bentuk vagina ke bentuk semula.

Sebagian wanita kadang merasa belum siap hamil dikarenankan mereka ketakutan paska melahirkan bentuk organ intimnya akan melebar atau longgar. Ketakutan-ketakutan yang timbul bisa mengganggu keharmonisan sebuah rumah tangga. Pada akhirnya hamil tetap terjadi dan paska melahirkan sang ibu melakukan Operasi Vaginoplasty untuk mengembalikan bentuk vagina seperti semula.

Wanita yang ketakutan seperi ini semata-mata takut suaminya tidak puas dalam berhubungan. Mereka ketakutan para suami kehilangan hasrat dan hal ini menjadi alasan untuk melakukan perselingkuhan. Maka para wanita ini melakukan Operasi Vaginoplasty.

Sebagian wanita lainnya melakukan Operasi Vaginoplasty karena ingin memiliki kebanggaan atau ingin memamerkan kepada lingkungannya. Lingkungan pergaulan yag jet set kadang membuat kita melakukan hal aneh diluar kebiasaan, ya salah satunya melakukan Operasi Vaginoplasty bagi wanita yang sudah menikah.

Operasi Vaginoplasty cukup dianjurkan pada wanita menikah yang belum memiliki keturunan karena keadaan tertentu. Misalkan bagi wanita yang kegemukan, suka batuk lama, suka angkat berat dan yang sering mengalami tekanan rongga perut. Alasannya karena otot vagina tidak bekerja dengan maksimal karena otot perineum dan dasar panggul yang ikut menyokong vagina dapat melonggar alhasil efek jepitan yang dihasilkan oleh vagina terasa kurang kuat atau longgar.

Operasi Vaginoplasty hanya merekontruksi kembali bentuk vagina sekedar untuk mengencangkan kembali. Bila dirasa perlu melakukan hal ini, mengapa tidak?

This post has already been read 1836 times!

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>