Susu Ibu Hamil Yang Diminum Turun Temurun

Mungkin kalau share info tentang susu ibu hamil sudah sering. Kali ini saya ingin cerita tentang susu ibu hamil sesuai dengan pengalaman saya. Selamat membaca ya Bu :)

Saat hamil pertama saya terbilang masih cukup muda, saat itu saya masih berusia 22 tahun. Sebelum saya hamil ada sepupu yang sudah hamil duluan dan dia minum susu ibu hamil, sebut saja merek susu yang diminumnya adalah susu A. Setiap habis minum susu A tersebut dia muntah dan terasa mual katanya. Pada kehamilan 4 bulan beratnya menurun bukan malah bertambah. Jujur saat pertama hamil saya agak takut salah memilih susu kehamilan.

Saat saya hamil saya tidak mau mengalami hal yang sama dengan yang sepupu saya alami, jadi saya coba bertanya kepada mama saya, susu ibu hamil apa yang sebaiknya saya minum. Mama saya menyarankan agar saya minum Susu Prenagen saja. Memang pada awalnya saya tidak langsung mengikuti, saya coba cari tahu kandungan pada Susu Prenagen. Saya juga coba bandingkan kadar masing-masing kandungan didalam susu ini dengan susu ibu hamil lainnya. Susu Prenagen ini kaya akan kandungan asam folat, vitamin, dan gizi lainnya sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Pada akhirnya saya mencoba Susu Prenagen untuk menjadi teman kehamilan pertama saya.

Saat kehamilan pertama, saya hanya mengetahui susu ibu hamil yang satu ini dalam rasa original dan rasa coklat. Jelas saya pilih rasa coklat. Saat kehamilan kedua saya menemukan Susu Prenagen rasa mocca, dan saya juga mencobanya. Mungkin rasanya lebih enak yang rasa coklat. Tapi ini penilain subjektif ya Bu, karena saya memang sangat menyukai rasa coklat. Rasa manisnya juga pas, saya jadi tidak pernah mual. Entah susu ibu hamil yang satu ini sudah ada dari tahun berapa tapi yang saya tahu kualitasnya sangat bagus.

Sekarang anak pertama saya sudah masuk usia 6 tahun dan tidak ada masalah dengan tumbuh kembangnya. Begitu pula anak kedua saya, saya rasa, anak saya cukup berprestasi di sekolahnya dan tidak menjadi anak yang hiper aktif karena gizi yang berlebihan. Semua yang kita berikan kepada anak memang yang terbaik tapi sebaiknya tidak berlebihan juga. Semua dimulai sejak mereka berada dalam kandungan. Sebagai seorang kita sudah ditakdirkan untuk merawat si kecil sejak mereka masih berada dalam tubuh kita.

This post has already been read 1629 times!

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>