Susu Ibu Hamil Sebelum dan Sesudah Persalinan

Kehamilan yang ditunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah menikah merupakan hal lumrah yang biasa terjadi. Hampir seluruh pasangan menginginkan anak-anak lucu sebagai pelengkap kehidupan mereka hingga menjadi sebuah keluarga kecil yang bahagia. Baik laki-laki maupun perempuan, kehadiran mereka adalah hadiah pernikahan paling indah tak tergantikan oleh apa pun. Jika kehamilan tiba, para suami pun akan memberikan perhatian ekstra kepada sang istri agar janin yang berada di dalam kandungan dapat tumbuh dengan sehat.

Guna Susu Setelah dan Sebelum Persalinan

Untuk membantu pertumbuhan bayi yang berada di dalam kandung, tak banyak dari para suami membelikan susu ibu hamil kepada isteri untuk dikonsumsi. Kini pun telah hadir berbagai macam jenis susu ibu hamil yang sudah dilengkapi dengan kalsium, zat besi, protein, berbagai macam vitamin dan lain sebagainya.

Pada saat kehamilan, susu merupakan asupan tambahan yang dapat diperoleh oleh sang calon ibu, namun hanya mengonsumsi susu karena dirasa kebutuhan bayi sudah tercukupi bukanlah hal yang tepat karena susu ibu hamil sebenarnya hanyalah makanan yang disarikan agar wanita yang sedang mengandung dapat mengonsumsinya dengan mudah.

Susu Ibu Hamil Sebelum dan Sesudah Persalinan

Ibu yang sedang hamil lebih dianjurkan untuk makan seperti biasa, namun intensitas makannya ditingkatkan dengan porsi yang sedikit. Misalnya, biasanya Anda makan sehari tiga kali namun kali ini menjadi delapan kali dengan porsi makan yang dikurangi, dan sebaiknya dikunyah. Pada saat makanan dikunyah, terjadi pemrosesan enzim yang kemudian sinyal ke otak akan terkirim. Makanan yang dimakan oleh ibu pun akan terserap baik oleh sang bayi daripada asupan tambahan seperti susu ibu hamil.

Sama seperti halnya ketika sang ibu mengonsumsi susu pada saat mengandung, susu yang berfungsi sebagai asupan tambahan ini dibutuhkan untuk menunjang sang ibu dalam menyusui. Bukan berarti bahwa dengan mengonsumsi susu, maka ASI (Air Susu Ibu) yang dikeluarkan pun akan banyak, tidak sama sekali. Setiap ibu dapat memproduksi ASI secara cukup, namun hal ini tidak dapat dilakukan jika sang ibu kekurangan gizi untuk periode yang cukup lama. Oleh sebab itu, selain mengonsumsi makanan bergizi, susu adalah pelengkap gizi untuk seorang ibu yang sedang menyusui.

This post has already been read 1178 times!

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>