Penyebab Utama Kandungan Lemah

Setiap calon ibu pasti menginginkan bayinya terlahir dengan sehat dan sempurna. Harapan yang sama dan sangat wajar. Namun, sebagian wanita memiliki kandungan lemah yang mebuat resiko keguguran jadi lebih besar.

Faktor Utama Penyebab Kandungan Lemah

1. Adanya kelainan kromosom yang ada pada tubuh sang ibu. Kelainan kromosom merupakan bawaan atau didapatkan dari keturunan. Kelainan kromosom bisa saja terjadi pada saat proses pembuahan berlangsung. Embrio yang seharusnya lahir dengan normal, pada akhirnya tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik. Sehingga nantinya menyebabkan embrio tersebut menjadi cacat pada saat dikeluarkan oleh tubuh.

2. Adanya kelainan sistem hormonal dalam diri sang ibu. Biasanya hormon yang bertanggungjawab dalam mengakibatkan kandungan ibu menjadi lemah adalah Hormon Prolaktin. Kelebihan dan kekurangan hormon prolaktin akan menimbulkan dampak yang negatif, salah satunya adalah menurunnya sistem kekebalan tubuh dari sang ibu dan juga nantinya ibu akan menderita penyakit yang parah pada saat hamil.

3. Kelainan yang terjadi pada rahim sehingga memicu kandungan Ibu lemah. Hal inilah yang paling umum terjadi, dan para ahli medis menyebut kelainan tersebut sebagai Miom atau adanya Tumor pada Jaringan Otot Janin sang ibu. Tumor ini kemudian akan mengganggu pertumbuhan embrio dari sang bayi yang dilahirkan nanti. Keadaan kandungan yang mengalami pelemahan ini biasanya akan berlangsung hingga akhir dari trimester pertama. Keempat, besar kemungkinan adanya infeksi dari virus TORCH yang mengakibatkan kandungan ibu hamil menjadi lemah.

Untuk bisa memiliki kandungan yang kuat, sang ibu sangat disarankan untuk banyak menghabiskan waktunya dengan beristirahat dan memakan makanan yang bergizi tinggi setiap harinya. Disamping itu, bagi sang ibu yang saat itu sedang memiliki pekerjaan, diharapkan cuti terlebih dahulu karena kondisi hamil tentunya akan berpengaruh dalam performa kerja nantinya, dan lebih parah lagi akan membahayakan janin yang dikandung sang ibu.

Banyak mengkonsumsi makanan bergizi seperti zat besi, asam folat, dan kalsium selama masa kehamilan. Dengan melakukan beberapa hal diatas, Anda akan bisa terhindar dari masalah lemah kandungan. Harapan untuk memiliki momongan dengan cepat juga akan bisa segera terwujud. Biasakan diri Anda, sebagai ibu hamil, untuk melakukan hal-hal yang positif mulai dari sekarang.

Source: sehataja.com

This post has already been read 89611 times!

9 comments to Penyebab Utama Kandungan Lemah

  • nuri ervina  says:

    bu sya mu nanya knp wktu saat aya melhirkan byi sya tidak menangis trus meninggal,,pdhl stiap prksa msa hamil kdungn saya tmbh dngn sehat,,,di sebabkn olh apa yh,,byi sya mnngl

    • Hamil Pintar  says:

      Halo Ibu Nuri,

      Saya pernah dengar pengalaman serupa dari kerabat saya. Jadi begini Ibu, saat bayi baru dilahirkan tidak bisa menangis bukanlah penyebab utama meninggalnya. Saat bayi baru dilahirkan biasanya dokter dan suster membersihkan saluran nafas bayi untuk memastikan pernafasannya berfungsi dengan baik. Selain itu tidak ada lendir atau cairan yang menyumbat.
      Bayi menangis sebenarnya hanya salah satu tanda pernafasannya sudah lancar, kadang ada juga yang hanya bersin dan batuk. Terlalu lama saat proses pembukaan dan proses persalinan juga bisa menyebabkan bayi tidak selamat. Bisa juga ada virus yang menyerang pada saat pembukaan. Banyak penyebab dan harus di evaluasi lebih lanjut.

      Semoga jawaban tersebut bisa sedikit memuaskan ya.

  • Tri Yani  says:

    Aq pernah hamil 2x ..dikehamilan 1 mengalami keguguran krn flek …dikehamilan y ke 2 jg kena flek lg tp alhamdulilah selamat.apakah saya termasuk lemah kandungan?trus minta tips biar g kena flek wkt hqmil

    • Hamil Pintar  says:

      Memang kekuatan kandungan setiap ibu berbeda-beda. Mungkin kandungan ibu lemah. Tapi jangan bersedih dulu, bisa saja karena kegiatan ibu di dalam atau di luar rumah memang sangat melelahkan. Naik turun tangga dan kegiatan lain yang menyebabkan guncangan keras pada perut sebaiknya dihindari agar tidak keluar flek saat kehamilan.
      Mungkin untuk kasus seperti ini, biasanya dokter menyarankan untuk istirahat semasa flek keluar.

  • puput  says:

    Saya mau tanya bu, usia kandungan 2 bulan apa memang sudah harua cuti dan bedrest saja ? Mengingat kondisi saya kemarin2 sempat mengalami kandungan lemah..

    • Hamil Pintar  says:

      Kondisi lemah yang sangat parah pada kehamilan muda memang terkadang dianjurkan untuk bedrest. Minimal 3 hari tapi bila kondisi sangat drop bisa sampai dua minggu.
      Tapi kalau masih bisa beraktivitas seperti biasa ya tidak perlu sampai cuti. Hanya Ibu perlu mengurangi mobilisasi atau tingkat keaktivan selama berkegiatan saja.

      Konsultasikan ke bidan atau dokter kandungan bila memang ada keluhan pada kehamilan ya demi kesehatan ibu dan janin.

  • fatimah  says:

    maaf saya mau bertanya dok..
    apakah siklus mentruasi dan gangguan pada lambung juga bisa menyebabkan terjadinya rahim lemah….

    • Hamil Pintar  says:

      Halo Ibu Fatimah,

      Siklus menstruasi dan gangguan pada lambung tidak secara pasti menyebabkan terjadinya rahim lemah. Harus ada faktor pencetus lainnya.
      Untuk gangguan pada lambung tidak ada hubungannya dengan rahim lemah. Tapi selama masa kehamilan, bisa mengalami Heartburn.

      Heartburn, yaitu kondisi dada yang seperti terbakar akibat metabolisme asam lambung yang naik ke kerongkongan. Penyebabnya adalah karena kondisi hormon serta makanan yang dikonsumsi.

  • itha  says:

    bu saya mau nanya.??
    saya pernah hamil 2x.. di kandungan yg pertama saya mengalami keguguran karna flex..
    terus di kandungan yg ke dua sama juga… flex” terus sama keluar daging tapi kecil daging nya..
    kemaren saya USG ke dokter, dokternya bilang kantung nya terbuka tapi janin nya belum kelihatan.. itu kehamilan 2 bulan..
    terimakasih..

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>