Depresi Saat Hamil yang Tidak Diobati Mempengaruhi Bayi

Sejak seorang wanita memasuki masa kehamilan, sudah ada kemungkinan terjadi penambahan angka kematian pada ibu dan bayi. Pada tahun 2000, satu dari dua puluh anak meninggal sebelum mencapai usia lima tahun. Tercatat seorang ibu meninggal diantara 325 kelahiran karena proses melahirkan menurut penelitian oleh Eddy Surya Kurniawan dan tim di Indonesia.

Salah satu faktor yang menjadi penyebab meningkatnya angka kematian ibu hamil dan bayi adalah ibu yang depresi saat hamil. Meski gejala depresi pada masa kehamilan mudah dikenali, kadang ibu hamil enggan untuk berkonsultasi pada dokter dan psikiatri. Padahal keadaan depresi saat hamil yang tidak diobati bisa sangat mempengaruhi kesehatan bayi.

depresi saat hamil

Saya coba mempelajari tentang depresi dan menemukan pembahasan di webconsultas bahwa di Perancis, dokter telah merekomendasikan untuk menghindari penggunaan inhibitor selektif penyerapan serotonin. Inhibitor yang dimaksud adalah obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit seperti depresi atau gangguan obsesif-kompulsif saat trisemester pertama. Namun, sebuah studi oleh Dr Henning Tiemeier di RSA Sophia Rotterdam, Belanda yang diterbitkan dalam Archives of General Psychiatry, telah mengungkapkan bahwa jika ibu mengalami depresi saat hamil yang tidak diobat beresiko perkembangan janin tertunda.

Penelitian oleh Dr Henning Tiemeier ini melibatkan 7000 wanita dan 570 menunjukkan tanda-tanda depresi tetapi tidak diobati dan hanya 99 wanita sakit yang dirawat dengan obat-obatan. Studi ini juga mengungkap fakta yang menghambat pemberian obat ini, yaitu karena asupan dikaitkan dengan peningkatan resiko kelahiran premature dan lebih mungkin bahwa bayi yang akan lahir dengan kepala kecil.

Dari penelitian ini mereka memperhatikan pengembangan dan berat bedan dan kontur kepala bayi, kemudian mereka menemukan bahwa wanita hamil dengan keadaan depresi tanpa minum antidepresi memperlihatkan bayi dengan ukuran kepala dan tubuh yang lebih kecil. Sedangkan pada wanita hamil dengan keadaan depresi yang diberi perawatan dengan obat-obatan tidak terjadi penurunan tubuh, tetapi hanya terjadi di kepala.

Wanita hamil dengan keadaan depresi yang tidak menjalankan pengobatan cenderung mengalami tingkat stress yang lebih tinggi. Hidup lebih memprihatinkan dan berpengaruh pada asupan gizi yang diberikan kepada janin.

Saran dan Tips Menghadapi Depresi Saat Hamil

Saran bagi para wanita yang mengalami keadaan depresi saat hamil adalah harus mengenal situasi dan histori diri Anda sendiri. Kenali orang yang ada disekitar Anda, mungkin salah satunya bisa menjadi jalan keluar untuk masalah Anda. Cobalah untuk ceritakan beban keadaan yang menjadi tekanan untuk Anda pada saat ini. Bisa jadi karena masalah kesehatan, pergunjingan, ekonomi yang tidak stabil, kebosanan dengan rutinitas yang itu-itu saja, atau mungkin beban pekerjaan yang membuat Anda depresi.

Di sisi lain, ibu hamil kadang merasa tidak bisa menunjukkan performa terbaiknya karena kehamilan yang semakin besar. Temukan orang yang tepat untuk berbagi, utarakan satu-persatu keadaan dan keluhan Anda. Mengutarakan keadaan Anda terdengar sederhana padahal ini hal terpenting yang harus Anda lakukan.

Bila dirasa tidak ada yang bisa meringankan beban yang dirasa, carilah konsultan kehamilan atau psikiater untuk mendapat arahan khusus. Bicarakan cara meredam depresi yang Anda alami. Konsultasikan obat apa yang aman bagi kehamilan Anda (bila dirasa perlu mengalami pengobatan). Buang rasa sungkan dan malu untuk mengambil langkah ini. Setelah melewati keadaan ini, Anda akan bisa lebih fokus merawat kehamilan pastinya. Jangan lupa untuk beri gizi yang cukup untuk bayi yang sedang dikandung.

Ini adalah cara yang bijaksana dan perlu dilakukan sebagai usaha untuk menekan angka kematian ibu hamil dan bayi. Menolak keadaan depresi saat hamil agar hidup lebih baik :)

Baca Juga:

Ketahui Rasa Takut Bayi 16 Bulan

Surprise, I’m Pregnant! Ada yang Gak Suka dengan Kehamilan Kita?

Cara Atasi Ambeien Saat Hamil

This post has already been read 2483 times!

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>