Apa Itu Neural Tube Defects Pada Janin?

Neural Tube Defects (NTD) merupakan kasus yang banyak terjadi pada janin. Pencegahan biasanya dilakukan oleh para dokter dengan memberi penjelasan pada masa awal kehamilan. Sebab itu kontrol kehamilan secara rutin dianggap sangat penting untuk menambah pengetahuan ibu hamil. Lalu apa yang dimaksud dengan Neural Tube Defects (NTD) pada janin?

Apa Itu Neural Tube Defects (NTD) ?

NTD adalah keadaan abnormal pada janin dengan kondisi pertumbuhan susunan saraf pusat yang tidak sempurna, cacat juga bisa terjadi pada tabung syaraf janin. Kasus Neural Tube Defects (NTD) terjadi akibat perkembangan tidak normal selama pembentukan gestasional. Dengan kata lain NTD adalah cacat bawaan pada syaraf sumsum tulang belakang dimana pembuluh syarah tidak dapat menutup dengan sempurna.

Pada usia 3-4 minggu organ janin mulai berkembang dan masing-masing mulai memiliki fungsinya masing-masing. Bila perkembangan ini gagal maka akan ada kelainan pada perkembangan janin.

Bahaya Neural Tube Defects (NTD)

NTD sangat berbahaya. Ini adalah salah satu penyebab bayi terlahir dengan keadaan cacat bawaan atau sering disebut cacat lahir. Pada minggu ke 4-10 pertumbuhan tahap awal sedang terjadi, ibu hamil harus fokus dalam merawat perkembangan janinnya dan harus memperhatikan gizinya.

Jenis Neural Tube Defects (NTD)

* spina bifida: tulang belakang tidak menutup

* Anencepahly: tidak ada kubah tengkorak atau otak yang amat menyusut dan melekat pada dasar tengkorak (90% dari kasus NTD)

* Encephalocele: radang otak (10% dari kasus NTD)

Penyebab Terjadinya Neural Tube Defects (NTD)

1. Kekurangan asam folat

Ibu hamil yang kekurangan asam folat dan Vitamin B memiliki kemungkinan lebih besar untuk melahirkan bayi cacat lahir. Pada sebagian kasus, bayi lahir dengan kulit kepla yang tidak terbungkus sempurna. Ada sel-sel yang tidak selesai pertumbuhannya selama janin berada dalam kandungan.

Menurut penelitian dari Dr. Roger E. Stevenson di Pusat Genetika Greenwood, South Carolina, angka kejadian NTD atau Spina Bifida dan cacat lahir turun setelah wanita hamil mendapatkan jumlah asam folat dan Vitamin B yang cukup sejak awal kehamilan. Mereka menambahkan asam folat pada tepung, roti, sereal dan pasta. Jadi, sekalipun ibu belum menyadari dirinya hamil, mereka sudah mulai mengkonsumsi asam folat dari makanan sehari-hari.

Di Indonesia mungkin belum terlalu mudah menemukan asam folat pada makanan sehari-hari selain dari bahan makanan alami, tapi kita bisa mendapatkan dari susu awal kehamilan.

2. Asap rokok dan polusi

Asap rokok dan polusi adalah 2 hal yang paling jahat bagi janin. Perkembangan janin bisa terhambat karena hal tersebut. Ukuran embrio di akhir minggu keempat panjangnya akan sekitar ΒΌ inch atau 6 mm. Ini adalah patokan normal pada umumnya, bila diketahui janin Ibu tidak cukup panjangnya silakan konsultasikan ke dokter kandungan.

3. Suhu tubuh ibu hamil

Dalam salah satu studi yang menggunakan hewan sebagai media percobaan, mengatakan bahwa suhu tubuh ibu hamil yang terlalu sering mendadak berubah menjadi terlalu panas di awal masa kehamilan ternyata bisa menyebabkan janin yang ada didalam kandungan terlahir cacat. Untuk jenis cacat lahir yang dimaksud dan juga yang paling banyak ditemui dalam beberapa kasus adalah perkembangan otak yang kurang maksimal dan juga menyebabkan tulang belakang yang lambat berkembang yang disebut NTD.

This post has already been read 8504 times!

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>